Senin, 20 Oktober 2014

Media Pembelajaran



Tugas Makalah Media Pembelajaran

PENGEMBANGAN MEDIAPEMBELAJARAN DAN DIAGRAM
 ALUR PROSEDUR PENGEMBANGAN MEDIA
PEMBELAJARAN
                                                                    
                                                                                                                                                                                                                                                                           




Di susun Oleh:
Yulianingsih (13010101001)
Hartini(13010101014)


JURUSAN TARBIYAH PAI/III A
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI(STAIN)
SULTAN QAIMUDDIN KENDARI
TAHUN 2014






                            
KATA PENGANTAR


Assalamualaikum Wr.Wb
Segala puji bagi Allah Rabil Alamin berkat limpahan rahmat dan taufik-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah “Media Pembelajaran” yang berjudul “Prosedur Pemilihan Media  Dan Pengembangan Media Pembelajaran”
Salawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW.Sebagai Uswatun Khasanah, yang telah berhasil membimbing  dan mengeluarkan manusia dari alam kegelapan kealam yang terang benderang, dari kezaliman kepada jalan yang benar, keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat.
Makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan, justru itu kepada para pembaca, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan dalam pembuatan makalah kedepannya.


Kendari, 06 Oktober 2014




Penulis
                                                                                                                      (..……....)







DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR.............................................................................. 2
DAFTAR ISI.............................................................................................3
BAB I       PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang....................................................................................4
B.     Rumusan masalah...............................................................................5
C.     Tujuan.................................................................................................5
BAB  II      PEMBAHASAN
A.     Pengertian pengembangan media pembelajaran.................................6
B.     Pengembangan media......................................................................7
1.      Media Berbasis Visual...................................................................7
2.      Media Berbasis Audio-Visual........................................................9
3.      Media Berbasis Komputer...........................................................10
4.      Multi Media Berbasisi Komputer dan Inter-Active video..............10
C.     Pentingnya pengembangan media pembelajaran..............................15
D.     Diagram alur prosedur pengembangan media pembelajaran.............17
BAB III     P E N U T U P
A.     Kesimpulan...................................................................................21
     B.     Saran.........................................................................................23
DAFTAR PUSTAKA









A.    Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga dengan pekembangan ini telah mengubah paradigma masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi, yang tidak lagi terbatas pada informasi surat kabar, audio visual, dan elektronik, tetapi juga sumber-sumber informasi lainnya yang salah satu diantaranya melalui jaringan internet.
Salah satu bidang yang mendapat dampak yang cukup berarti dengan perkembangan teknologi ini adalah bidang pendidikan, dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi pendidikan, yang memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi, media sebagai sarana penyedian ide, gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri (Oetomo dan Priyogutomo, 2004), beberapa bagian unsur ini mendapat sentuhan media teknolgi informasi, sehingga mencetuskan lahirnya ide tentang e-learning (Utomo, 2001).
Media pembelajaran adalah salah satu unsur yang memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar dapat membantu guru memperkaya wawasan siswa. Berbagai bentuk dan jenis media pembelajaran yang digunakan oleh guru akan menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi siswa.
Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar-mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran.
Semakin sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Metamorfosis dari perpustakaan yang menekankan pada penyediaan meda cetak, menjadi penyediaan-permintaan dan pemberian layanan secara multi-sensori dari beragamnya kemampuan individu untuk menyerap informasi, menjadikan pelayanan yang diberikan mutlak wajib bervariatif dan secara luas.Selain itu,dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi, serta diketemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas.

B.     Rumusan masalah

1.      Apa Pengertian pengembangan media pembelajaran?
2.      Bagaimana pengembangan media?
3.      Bagaimana pentingnya pengembangan media pembelajaran?
4.      Bagaimana diagram alur prosedur pengembangan media pembelajaran?

C.    Tujuan

1.      Untuk mengetahui pengertian pengembangan media pembelajaran
2.      Untuk mengethui pengembangan media
3.      Untuk mengetahui pentingnya pengembangan media pembelajaran
4.      Untuk mengetahui diagram alur prosedur pengembangan media pembelajaran











BAB  II

 PEMBAHASAN


A.    Pengertian pengembangan media pembelajaran


Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium dapatdidefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinyakomunikasi dari pengirim menuju penerima. Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan. Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi.Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, guru (komunikator),bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran. Media adalah segala sesuatu yang menjadi perantara antara subyek dengan obyek.
Jadi,Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.Posisi media pembelajaran. Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran.
Media pembelajaran juga dapat dikatakan sebagai bahan, alat/media, maupun metode/teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukatif antara guru dan anak didik dapat berlangsung secara efektif dan efesien sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah dicita-citakan.
Dalam kegiatan interaksi antara siswa dengan lingkungan, fungsi media dapatdiketahui berdasarkan adanya kelebihan media dan hambatan yang mungkin timbul dalam proses pembelajaran. Tiga kelebihan kemampuan media adalah sebagai berikut. Pertama, kemapuan fiksatif, artinya dapat menangkap, menyimpan, dan menampilkan kembali suatu obyek atau kejadian. Dengan kemampuan ini, obyek atau kejadian dapat digambar, dipotret, direkam, difilmkan, kemudian dapat disimpan dan pada saat diperlukan dapat ditunjukkan dan diamati kembali seperti kejadian aslinya. Kedua, kemampuan manipulatif, artinya media dapat menampilkan kembali obyek atau kejadian dengan berbagai macam perubahan (manipulasi) sesuai keperluan, misalnya diubah ukurannya, kecepatannya, warnanya, serta dapat pula diulang-ulang penyajiannya. Ketiga, kemampuan distributif, artinya media mampu menjangkau audien yang besar jumlahnya dalam satu kali penyajian secara serempak, misalnya siaran TV atau Radio.
Secara sederhana implementasi bisa diartikan pelaksanaan atau penerapan. Majone dan Wildavsky (dalam Nurdin dan Usman, 2002), mengemukakan implementasi sebagai evaluasi. Browne dan Wildavsky (dalam Nurdin dan Usman, 2004:70) mengemukakan bahwa ”implementasi adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan”. Pengertian implementasi sebagai aktivitas yang saling menyesuaikan juga dikemukakan oleh Mclaughin (dalam Nurdin dan Usman, 2004). Adapun Schubert (dalam Nurdin dan Usman, 2002:70) mengemukakan bahwa ”implementasi adalah sistem rekayasa.”
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengembangan adalah proses, cara, perbuatan mengembangkan (1989: 414). Dan lebih dijelaskan lagi dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia karya WJS Poerwadarminta, bahwa pengembangan adalah perbuatan (hal, cara, usaha) mengembangkan.

B.     Pengembangan media

1.      Media Berbasis Visual

Visualisasi pesan, informasi, atau konsep yang ingin di sampaikan kepada siswa dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti foto, gambar/illustrasi, sketsa/gambar garis, Grafik, bagan, chart, dan gabungan dari dua bentuk atau lebih. Dalam proses penataan harus diperhatikan prinsip-prinsip desain tertentu, antara lain prinsip kesederhanaan, keterpaduan, penekanan, dan keseimbangan. Unsur-unsur visual yang selanjutnya perlu dipertimbangkan adalah bentuk, garis, ruang, tekstur, dan warna.
Ø  Kesederhanaan
Secara umum, kesederhanaan itu mengacu pada jumlah elemen yang terkandung dalam suatu visualisasi. Jumlah elemen yang lebih sedikit memudahkan siswa menangkap dan memahami pesan yang disajikan visual itu. Pesan atau informasi,teks yang menyertai bahan visual, penggunaan kata harus dengan huruf yang mudah dipahami.

Ø  Keterpaduan
Keterpaduan mengacu pada hubungan yang terdapat di antara elemen-elemen visual, ketika diamati akan berfungsi secara bersama-sama. Elemen-elemen itu harus saling terkait dan menyatu sebagai suatu keseluruhan, sehingga sajian visual itu merupakan suatu bentuk meyeluruh yang dapat dikenal dan dapat membantu pemahaman pesan serta informasi yang dikandunnya.
Ø  Penekanan.
Meskipun penyajian visual dirancang sesederhana mungkin, namun seringkali konsep yang ingin disajikan memerlukan penekanan terhadap salah satu unsur yang akan menjadi pusat perhatian siswa. Dengan menggunakan ukuran, hubungan-hubungan, persfektif, warna, atau ruang, penekanan dapat diberikan kepada unsur terpenting.
Ø  Keseimbangan
Bentuk atau pola yang dipilih sebaiknya menempati ruang penayangan yang memberikan persepsi keseimbangan meskipun tidak seluruhnya simetris.
Ø  Bentuk
Bentuk yang aneh atau asing bagi siswa, dapat membangkitkan minat dan perhatian. Oleh karena itu, pemilihan bentuk sebagai unsur visual dalam penyajian pesan, informasi atau isi pelajaran perlu diperhatikan.
Ø  Garis.
Garis digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur, sehingga dapat menuntun perhatian siswa untuk mempelajari suatu urutan-urutan khusus.
Ø  Tekstur
Tekstur adalah unsur visual yang dapat menimbulkan kesan kasar atau halus. Tekstur dapat digunakan untuk penekanan suatu unsur seperti halnya warna.
Ø  Warna.
Warna digunakan untuk memberikan kesan pemisahan atau penekanan, atau untuk membangun keterpaduan.

2.      Media Berbasis Audio-Visual

Media audio dan audio-visual merupakan bentuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau. Sekali kita membeli tape dan peralatan yang murah dan terjangkau mak hampir tidak perlu lagi biaya tambahan, karena tipe dapat dihapus setelah digunakan  dan pesan baru dapat diterima kembali. Disamping menarik dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi lebih banyak, materi audio dapat digunakan :
a.       Mengembangkan keterampilan mendengarkan dan mengevaluasi apa yang telah didengar.
b.      Mengatur dan mempersiapkan diskusi dan debat dengan mengungkapkan pendapat-pendapat para ahli yang berada jauh dari lokasi.
c.       Menjadikan model yang akan ditiru oleh siswa
d.      Menyiapkan variasi yang menarik dan perubahan tingkat kecepatan belajar mengenai suatu poko bahasan atau sautu masalah.
1.      Radio dan Tape
Penggunaan media audio dalam pembelajaran dibatasi hanya oleh imajinasi guru dan siswa. Media audio dapat digunakan dalam semua fase pembelajaran mulai dari pengantar atau  pembukaan ketika memperkenalkan topik bahasan sampai kepada evaluasi hasil belajar siswa. Penggunaan media audio sangat mendukung sistem pembelajaran tuntas (mastery learning). Siswa yang belajarnya lambat dapat memutarnya kembali dan mengulangi bagian-bagian yang belum di kuasainya. Di lain pihak, siswa yang dapat belajar dengan cepat bisa maju terus sesuai dengan tingkat kecepatan belajarnya.
Bahan-bahan pelajaran yang telah direkam telah banyak tersedia untuk berbagai bidang ilmu. Misalnya, rekaman suara berbagai jenis alat musik dapat digunakan untuk bercerita kepad anak-anak bermain, melangkonkan cerita, nyanyian, dan lain-lain.
2.      Kombinasi Slide dan Suara
Gabungan slide (film bingkai) dengan tape audio adalah jenis sistem multimedia yang paling mudah diproduksi. Sistem multimedia ini serba guna, mudah digunskan, dan cukup efektif untuk pembelajaran kelompok atau pembelajaran perorangan dan belajatr mandiri. Jika didesain dengan baik, sistem multimedia gabungan slide dan tape dapat membawa danpak yang dramatis dan tentu saja dapat meningkatkan hasil belajar.
Media pembelajaran gabungan tape dan slide dapat digunakan pada berbagai lokasi dan untuk berbagai tujuan pembelajaran yang melibatkan gambar-gambar guna menginformasiakn atau mendorong lahirnya respons emosional. Tayangan satu atau seperangkat gambar bisa disertai oleh satu narasi yang sesuai sebagai pengantar dan pembelajaran pendahuluan dari satu unit pelajaran. Narasi lain dapat disertakan terutama untuk menyajiakan pelajaran secra lebih rinci.

3.      Media Berbasis Komputer

Kemajuan media komputer memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan produksi audio visual. Pada tahun-tahun belakangan komputer mendapat perhatian besar karena kemampuannya yang dapat digunakan dalam bidang kegiatan pembelajaran. Ditambah dengan teknologi jaringan dan internet, komputer seakan menjadi primadona dalam kegiatan pembelajaran.
Dibalik kehandalan komputer sebagai media pembelajaran terdapat beberapa persoalan yang sebaiknya menjadi bahan pertimbangan awal bagi pengelola pengajaran berbasis komputer:
  1. Perangkat keras dan lunak yang mahal dan cepat ketinggalan jaman
  2. Teknologi yang sangat cepat berubah, sangat memungkinkan perangkat yang dibeli saat ini beberapa tahun kemudian akan ketinggalan zaman.
  3. Pembuatan program yang rumit serta dalam pengoperasian awal perlu pendamping guna menjelaskan penggunaannya. Hal ini bisa disiasati dengan pembuatan modul pendamping yang menjelaskan penggunaan dan pengoperasian program.
Bentuk interaksi yang dapat diaplikasikan yaitu Praktek dan latihan (drill & practice), Tutorial, Permainan (games), Simulasi (simulation), Penemuan (discovery), dan Pemecahan Masalah (Problem Solving).

4.      Multi Media Berbasisi Komputer dan Inter-Active video

Meskipun definisi multimedia masih belum jelas, secara sederhana ia diartikan sebagai lebih dari satu media. Ia bisa berupa kombinasi antara teks, grafik, animasi, suara, dan vidio. Definisi sederhana ini telah pula mencakup salah satu jenis kombinasi yang diuraikan pada bagian terdahulu, misalnya kombinasi slide dan tape audio. Namun pada bagian ini perpaduan dan kombinasi dua atau lebih jenis media ditekankan kepada kendali komputer sebagai penggerak keseluruhan gabungan media itu. Dengan demikian, arti multimedia yang umumnya dikenal dewasa ini adalah berbagai macam kombinasi grafik, teks, suara, vidio, dan animasi. Penggabungan ini mrupakan suatu kesatuan yang secra bersama-sama menampilkan informasi, pesan, atau isi pelajaran.
Informasi yang disajikan melalui multimedia ini berbentuk dokumen yang hidup, dapat dilihat dilayar monitor atau ketika diproyesikan kelayar lebar melalui overhead projector dan dapat didengar suaranya, dilihat geraknya (vidio atau animasi).
Dalam pengembangannya, media yang berbasis edutainment diharapkan sesuai dengan karakteristik siswa seperti tingkat kepandaian, kematangan, serta penguasaan materi prasyarat sehingga mampu mengantarkan siswa untuk menguasai kompetensi-kompetensi dasar.
Media berbasis edutaintment yang dibuat diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa belajar mandiri dan memecahkan masalah. Di dalam penggunaan media ini, siswa dapat menentukan sendiri apa yang hendak dilakukan. Dengan demikian siswa akan belajar menganalisis, melihat permasalahan dan menemukan alternatif yang merupakan langkah pemecahan masalah. Adanya pengambilan tindakan tersebut, kemampuan siswa untuk memecahkan masalah akan meningkat.
 Contoh-Contoh Pengembangan Media Pembelajaran
Ø  Media pengembangan berbasis Visual
a.      Poster
Poster mampu memperngaruhi perilaku, sikap, dan tata nilai masyarakat untuk berubah atau melakukan   sesuatu. Hal yang membuat poster memiliki kekuatan untuk dicerna oleh orang yang melihat, karena poster lebih menonjolkan kekuatan pesan, visual, dan warna. Hal tersebut sesuai dengan pandangan Nana Sudjana (2005:51) bahwa poster adalah media yang mengkombinasikan antara visual dari rancangan yang kuat dengan warna serta pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti dalam ingatannya.
Penggunaan poster dalam pembelajaran
1)    Digunakan sebagai bagian dari kegiatan belajar mengajar, dala hal ini poster digunakan saat guru menerangkan sebuah materi kepada siswa. Poster yang digunakan harus relevan dengan tujuan dan materi. Poster disediakan guru baik dengan cara membuat sendiri maupun dengan cara membeli atau menggunakan yang sudah ada.
2) Digunakan diluar pembelajaran yang bertujuan untuk memotivasi siswa, sebagai peringatan, ajakan, propaganda atau ajakan untuk melakukan sesuatu yang positif dan penanaman nilai-nilai social dan keagamaan. Poster pembelajaran biasanya mengangkat tema-tema yang spesifik sesuai dengan kurikulum. 
a.     Flipchart
            Flipchart dalam pengertian sederhana adalah lembaran-lembaran kertas menyerupai album atau kalender berukuran 50 x 75 cm, atau ukuran yang lebih kecil 21 x 28 cm sebagai flipbook yang disusun dalam urutan yang diikat padfa bagian atasnya. Dalam penggunaannya dapat dibalik jika pesan pada lembaran depan sudah ditampilkan dan digantikan dengan lembar berikutnya yang sudah disediakan. Flipchart hanya cocok untuk digunaka di kelompok kecil yaitu 30 orang. Sedangkan flipbook untuk 4-5 orang. Flipchart merupakan salah satu media cetakan yang sangat sederhana dan cukup efektif.
             Flipchart cukup efektif karena dapat dijadikan sebagai media (pengantar) pesan pembelajaran yang secara terencana ataupun secara langsung disajikan pada flipchart. Indicator efektif adalah tercapainya tujuan atau kompetensi yang sudah direncanakan. Penggunaan flipchart merupakan salah satu cara guru dalam menghemat waktunya untuk menulis di papan tulis.
b.     Bagan
            Bagan menurut Nana Sudjana ( 2005:27 ) adalah kombinasai antara media grafis, gambar, dan foto yang dirancang untuk memvisualisasikan secara logis dan teratur mengenai fakta pokok atau gagasan. Sebagai media visual, bagan merupakan media yang membantu menyajikan pesan pembelajaran melalui visualisasi dengan tujuan metri yang kompleks dapat disederhanakan sehingga siswa nudah untuk mencerna model-model tersebut.
             Kegunaan bagan adalah untuk menunjukan hubungan, keterkaitan, perbandingan, jumlah yang relative, perkembangan tertentu, proses tertentu, mengklasifikasikan, dan pengorganisasian.
     Jenis-jenis bagan :
         Bagan pohon
         Bagan alir
         Bagan arus
         Bagan table
c.     Grafik
            Secara sederhana grafik dapat diartikan sebagai media yang memvisualisasikan data-data dalam bentuk angka. Grafik menggambarkan hubungan satu dua atau lebih data atau grafik dengan data yang swama menggambarkan hubungan penting dari suatu data. Tujuan pembuatan grafik adalah menunjukan perbandingan, informasi, kualitatif dengan cepat serta sederhana.
     Jenis-jenis grafik :
         Grafik garis
         Grafik batang
         Grafik lingkaran
  Penggunaan grafik dalam pembelajaran
  Grafik divisualisasikan dengan bantuan objek dalam bentuk garis, batang, dan gambar. Grafik paling baik digunakan dalam pembelajaran pada materi berupa ringkasan pelajaran setelah siswa memperoleh informasi lain dari berbagai sumber.
  Para siswa tidak akan mengalamni kesulitan dalam memnahami pesan yang disajikan melalui grafik, hal tersebut disebabkan karena grafik sendiri bukan sesuatu yang asing bagi siswa. Yang terpenting grafik menggambarkan informasi secara ringkas.
  Jika grafik ingin disesuaikan dengan materi maka dengan mudah dapat membuatnya sendiri. Terdapat beberapa pogram aplikasi melalui computer untuk membuat grafik. Misalnya membuat grafik melalui Microsoft word, excel dan power poin.
d.     Komik
            Komik dapat didefinisikan sebagai bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan menerapkan suatu cerita dalam urutan yang erat hubungannya dengan gambar dan dirancang memberikan hiburan kepada para pembaca.
Komik dalam pembelajaran
            Begitu maraknya komik di masyarakat dan begitu tingginya kesukaan terhadap komik hal tersebut mengilhami untuk dijadikannya komik sebagai media pembelajaran. Salah satu kelebihan dari komik seperti penelitiaan yang dilakukan Thorndike, mengetahui bahwa anak yang membaca komik lebih banyak misalnya dalam sebulan minimal satu buah buku komik maka sama dengan membaca buku-buku pelajaran dalam setiap tahunnya, hal ini berdampak pada kemampuan membaca siswa dan penguasaan kosa kata yang lebih banyak. Kelebihan komik yang lainnya adalah penyajiaanya mengandung unsure visual dan cerita yang kuat. Ekspresi yang divisualisasikan membuat pembaca terlibat secara emosional sehingga membuat pembaca untuk terus membacanya hingga selesai.Hal inilah yang juga menginspirasi komik yang isinya materi-materi pelajaran. Kecenderungan yang ada siswa tidak begitu menyukai buku-buku teks apalagi yang tidak disertai gambar dan ilustrasi yang menarik.
e.     Overhead Projector
            Pada dasrnya OHP ( overhead projector ) berguna untuk memproyeksikan transparankearah layar yang jaraknya relative pendek, dengan hasil gambar atau tulisan yang cukup besar. Projector ini direncanakan dibuat untuk digunakan oleh guru di depan kelas dengan penerangan yang normal, sehingga tetap terjadi komunikasi antara guru dengan siswa.
Penggunaan OHP dalam pembelajaran
          1)Pengganti papan tulis dengan menggunakan pen khusus yang dituliskan pada lembaran transparan atau plastic atau gulungan transparan.
          2) Tempat menunjukkan atau memproyeksikan transparan yang telah disiapkan sebelumnya.
          3) Tempat menunjukkan bayangan suatu benda
          4) Tempat menunjukkan model-model barang kecil baik dalam bentuk gerak atau diam
          5)Untuk mendemonstrasikan suatu percobaan
          6) Untuk menunjukkan diagram alir suatu sistem tertentu
          7) Untuk memperlihatkan suatu sistem tertentu
f.      Multimedia projector
            Kini, hampir sebagian besar pasar projector dikuasai oleh projector digital. Mulai dari yang berteknologi LCD ( Liquid Crystal Display ), DLP ( digital Light Processing ), sampai tenologi terbaru yang kini tengah beranjak popular, LCOS ( Liquid Crystal On Single Crystal Silicon ). Tidak heran, karena projector digital ini memang bobotnya relative ringan, dan harganya pun relative jauh dibawah projector CRT. Untuk melakukan mengajar sudah sangat memungkinkan guru untuk menggunakan multimedia projector atu lebih dikenal dengan LCD projector.
            Multimedia projector adalah sebuah alat proyeksi yang mampu menampilkan unsure-unsur media seperti gambar, teks, video, animasi, video baik secara terpisah maupun gabungan diantara unsure-unsur media tersebut dapat dikoneksikan dengan perangkat elektronika lainnya seperti computer, video player, dan lain-lain. Yang dapat digunakan untuk kegiatan presentasi, pembelajaran, pemutaran film, dan lain-lain.


Ø Media pengembangan berbasis Audio-Visual
1.      Alat perekam
            Alat perekam berfungsi untuk memperdengarkan audio ( player ) pada umumnya menggunakan tape yang menggunakan kaset. Sesuai dengan perkembangan teknologi sekarang sudah banyak alat perekam audio, seperti ipod, mp3, dan lain-lain. Materi pelajaran terlebih dahulu disiapkan kemudian direkam dan disajikan baik dikelas classical dengan jumlah siswa banyak maupun untuk belajar secara mandiri. Materi pelajaran yang dapat disajikan diantaranya : ppembelajaran musik literacy ( pembacaan sajak ), pembelajaran bahasa asing, dan lain-lain.
2.     Laboratorium bahasa
            Laboratorium bahasa adalah alat untuk melatih siswa mendengarkan dan berbicara dalam bahasa asing dengan jalan menyajikan materi pelajaran yang disiapkan sebelumnya, media yang digunakan adalah alat perekam. 

C.    Pentingnya pengembangan media pembelajaran

Dalam pembelajaran menggunakan media mempunyai beberapa keuntungan, yaitu
1)Membangkitakan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual, sehingga mengurang kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya,
2)Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran.
3)Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar.
4)Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan.
5)Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam. Sehingga pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk proses pelaksanaan pembelajaran dan proses berpikir siswa.
Lebih lanjut Latuheru (1988), menyatakan bahwa (1) media pembelajaran berguna menarik minat siswa terhadap materi  pembelajaran yang disajikan, (2) media pembelajaran berguna dalam hal meningkatkan pengertian anak didik terhadap materi yang disajikan, (3) media pembelajaran mampu menyajikan data yang kuat dan terpercaya.      
Begitu pentingnya peran media dalam pembelajaran sudah selayaknya seorang guru mampu memanfaatkan bahkan mengembangkan media pembelajaran. Dalam mengambangkan program media pembelajaran ada  enam tahap kegiatan, yaitu
(1) analisis pengembangan karakteristik peserta didik;
(2) perumusan tujuan pembelajaran;
(3) perumusan butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan;
(4) mengembangkan alat pengukur keberhasilan;
(5) menulis naskah media/prototype;
(6) mengadakan tes dan revisi. (Sadiman, 1984:100).
Disamping keenam langkah tersebut  menurut Rayandra terdapat langkah kegiatan yang perlu dilakukan adalah validasi produk media. Validasi diperlukan untuk menjamin ketepatan materi kurikulum dan tujuan pembelajaran, dan kesesuaian bahasa dengan peserta didik.
Menurut Rayandra (2011) Berkenaan dengan media ada dua permasalahan yang dihadapi di lembaga pendidikan kita, yaitu keterbatasan media dan kemanfaatan media. Keterbatasan media menyangkut ketersediaan media pembelajaran disekolah yang masih kurang dan belum merata, sedangkan kemaanfaatan media selain kreativitas pendidik, pertimbangan instruksional juga menjadi factor yang menentukan. Seringkali guru/dosen menggunakan media seadanya tanpa mempertimbangkan pembelajaran, adakalanya digunakan media yang canggih, semata-mata karena media tersebut sudah tersedia walaupun sesungguhnya tidak diperlukan dalam pembelajaran.
Pengembangan media sangat penting artinya untuk mengatasi kekurangan dan keterbatasan media yang ada. Disamping itu, media yang dikembangkan sendiri oleh guru dapat menghindari dari ketidaktepatan (mismatch) karena dirancang sesuai dengan kebutuhan, potensi sumber daya dan lingkungan masing-masing. Lebih dari itu juga dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan inovasi bagi para guru sehingga dihasilkan pendidik yang professional.

D.    Diagram alur prosedur pengembangan media pembelajaran


 Untuk melakukan kegiatan pengembangan media pembelajaran diperlukan prosedur pengembangan. Prosedur pengembangan adalah langkah-langkah prosedural yang harus ditempuh oleh pengembang agar sampai ke produk yang dispesifikasikan. Prosedur pengembangan media meliputi beberapa tahap, yaitu perencanaan atau penyusunan rancangan media, produksi media, dan evaluasi media.
1.  Perencanaan Media Pendidikan
Dalam membuat perencanaan, kita perlu memperhatikan dan mempertimbangkan hal-hal berikut:
a.    Analisis Kebutuhan dan Karakteristik Siswa
Kebutuhan adalah kesenjangan antara kemampuan, keterampilan, dan sikap siswa yang kita inginkan dengan kemampuan, keterampilan, dan sikap siswa yang mereka miliki sekarang. Kebutuhan dapa diketahui dengan berbagai cara, yaitu dengan melihat tuntutan kebutuhan yang ada di masyarakat dan melihat dari apa yang dirumuskan dalam kurikulum.Suatu media akan dianggap terlalu mudah bagi siswa bila siswa tersebut telah memiliki sebagian besar pengetahuan yang disajikan oleh media tersebut. Sebaliknya media akan dipandang terlalu sulit bagi siswa bila siswa belum mengetahui pengetahuan yang diperlukan sebelum menggunakan media tersebut.Sebelum media dibuat kita harus meneliti dengan baik pengetahuan awal maupun pengetahuan prasyarat yang dimiliki siswa yang menjadi sasaran media itu.

b.    Perumusan Kompetensi dan Indikator Hasil Belajar
Kompetensi sering diartikan sebagai pengetahuan, ketrampilan, dan sikap nilai yang terwujud dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.Standar Kompetensi adalah kompetensi atau kemampuan yang distandarkan untuk jenjang, kelas, dan semester tertentu. Sedangkan Kompetensi Dasar adalah kemampuan-kemampuan pokok yang membentuk kompetensi atau yang tercakup dalam kompetensi yang distandarkan tersebut.Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dalam mengembangkan indikator perlu mengembangkan beberapa hal sebagai berikut:
(1) tuntutan kompetensi yang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakan dalam kompetensi dasar,
(2) karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah,
(3) potensi dan kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan lingkungan.
Ø  Indikator berfungsi sebagai berikut:
1.    Pedoman dalam mengembangkan materi pembelajaran
2.    Pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran
3.    Pedoman dalam mengembangkan bahan ajar
4.    Pedoman dalam merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar
Ø  Mekanisme pengembangan indikator ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1)    Menganalisis tingkat kompetensi dalam standar kompetensi dasar
2)    Menganalisis karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah
3)    Menganalisis kebutuhan dan potensi
c.    Pengembangan Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran adalah pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Materi pembelajaran hendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta tercapainya indikator. Hal-hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan pemilihan materi pembelajaran adalah jenis, cakupan, urutan, dan perlakuan terhadap materi pembelajaran tersebut.
Jenis-jenis materi pembelajaran dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1)      Fakta
2)      Konsep
3)      Prinsip
4)      Prosedur
5)      Sikap
Prinsip-prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi pembelajaran meliputi kesesuaian (relevansi), keajegan (konsistensi), kecukupan (adequacy).
d.    Perumusan alat pengukur keberhasilan
Alat pengukur keberhasilan siswa perlu dirancang dengan seksama dan seyogyanya dikembangkan sebelum naskah program media ditulis atau sebelum kegiatan belajar mengajar dilaksanakan. Alat ini berupa tes, penugasan, ataupun daftar cek perilaku.
e.    Penulisan Naskah
Naskah menjadi penuntun kita dalam membuat bahan presentasi untuk media visual atau merekam suara untuk media audio dan mengambil gambar serta merekam suara untuk media audio visual.
Berikut beberapa petunjuk yang perlu kita ikuti bila kita menulis naskah program media audio:
1)    Bahasa
2)    Musik dalam program audio
3)    Keterbatasan daya konsentrasi
4)    Beberapa istilah yang dapat digunakan dalam naskah

2.  Produksi Media
Kegiatan produksi memiliki tiga kelompok personil yang terlibat, yaitu sutradara atau pemimpin produksi, kerabat kerja, dan pemain.
3.  Evaluasi Media Pendidikan
Evaluasi merupakan suatu proses yang sistematis dan berkesinambungan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan serta penyusunan dan penyempurnaan program/kegiatan selanjutnya.
Ada dua macam bentuk evaluasimedia yang dikenal, yaitu
a.    Evaluasi formatif
Merupakan proses yang dimaksudkan untuk mengumpulkan data tentang efektifitas dan efisiensi bahan-bahan pembelajaran.Ada tiga tahapan evaluasi formatif, meliputi:
1)      Evaluasi satu lawan
2)      Evaluasi kelompok kecil
3)      Evaluasi lapangan

b.    Evaluasi sumatif
Evaluasi sumatif merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data dalam rangka untuk menentukan apakah media yang dibuat patut digunakan dalam situasi-situasi tertentu



















BAB III 

 P E N U T U P


A.    Kesimpulan

v  Pengembangan media pembelajaran
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.Posisi media pembelajaran. Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran.
v  Pengembangan Media
-          Media Berbasis Visual
Visualisasi pesan, informasi, atau konsep yang ingin di sampaikan kepada siswa dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti foto, gambar/illustrasi, sketsa/gambar garis, Grafik, bagan, chart, dan gabungan dari dua bentuk atau lebih. Dalam proses penataan harus diperhatikan prinsip-prinsip desain tertentu, antara lain prinsip kesederhanaan, keterpaduan, penekanan, dan keseimbangan. Unsur-unsur visual yang selanjutnya perlu dipertimbangkan adalah bentuk, garis, ruang, tekstur, dan warna.
-          Media Berbasis Audio-Visual
Media audio dan audio-visual merupakan bentuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau. Sekali kita membeli tape dan peralatanyang murah dan terjangkau mak hampir tidak perlu lagi biaya tambahan, karena tipe dapat dihapus setelah digunakan  dan pesan baru dapat diterima kembali. Disamping menarik dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi lebih banyak, materi audio dapat digunakan :
a.       Mengembangkan keterampilan mendengarkan dan mengevaluasi apa yang telah didengar.
b.      Mengatur dan mempersiapkan diskusi dan debat dengan mengungkapkan pendapat-pendapat para ahli yang berada jauh dari lokasi.
c.       Menjadikan model yang akan ditiru oleh siswa
d.      Menyiapkan variasi yang menarik dan perubahan tingkat kecepatan belajar mengenai suatu poko bahasan atau sautu masalah.
-         Media Berbasis Komputer
Kemajuan media komputer memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan produksi audio visual. Pada tahun-tahun belakangan komputer mendapat perhatian besar karena kemampuannya yang dapat digunakan dalam bidang kegiatan pembelajaran. Ditambah dengan teknologi jaringan dan internet, komputer seakan menjadi primadona dalam kegiatan pembelajaran.
Dibalik kehandalan komputer sebagai media pembelajaran terdapat beberapa persoalan yang sebaiknya menjadi bahan pertimbangan awal bagi pengelola pengajaran berbasis komputer:
  1. Perangkat keras dan lunak yang mahal dan cepat ketinggalan jaman
  2. Teknologi yang sangat cepat berubah, sangat memungkinkan perangkat yang dibeli saat ini beberapa tahun kemudian akan ketinggalan zaman.
  3. Pembuatan program yang rumit serta dalam pengoperasian awal perlu pendamping guna menjelaskan penggunaannya. Hal ini bisa disiasati dengan pembuatan modul pendamping yang menjelaskan penggunaan dan pengoperasian program.
-          Multi Media Berbasisi Komputer dan Inter-Active video
Meskipun definisi multimedia masih belum jelas, secara sederhana ia diartikan sebagai lebih dari satu media. Ia bisa berupa kombinasi antara teks, grafik, animasi, suara, dan vidio. Definisi sederhana ini telah pula mencakup salah satu jenis kombinasi yang diuraikan pada bagian terdahulu, misalnya kombinasi slide dan tape audio. Namun pada bagian ini perpaduan dan kombinasi dua atau lebih jenis media ditekankan kepada kendali komputer sebagai penggerak keseluruhan gabungan media itu. Dengan demikian, arti multimedia yang umumnya dikenal dewasa ini adalah berbagai macam kombinasi grafik, teks, suara, vidio, dan animasi. Penggabungan ini mrupakan suatu kesatuan yang secra bersama-sama menampilkan informasi, pesan, atau isi pelajaran.
v  Pentingnya pengembangan media pembelajaran
Dalam pembelajaran menggunakan media mempunyai beberapa keuntungan, yaitu
1)Membangkitakan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual, sehingga mengurang kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya,
2)Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran.
3)Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar.
4)Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan.
5)Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam.

v  Diagram alur prosedur pengembangan media pembelajaran

Untuk melakukan kegiatan pengembangan media pembelajaran diperlukan prosedur pengembangan. Prosedur pengembangan adalah langkah-langkah prosedural yang harus ditempuh oleh pengembang agar sampai ke produk yang dispesifikasikan. Prosedur pengembangan media meliputi beberapa tahap, yaitu perencanaan atau penyusunan rancangan media, produksi media, dan evaluasi media.
B.     Saran
Perlunya partisipasi seluruh pihak yang berperan dalam dunia pendidikan dalam mengembangkan media pembelajaran, agar kita dapat  merealisasikan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.







Poerwadarminta, W.J.S., Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2003),   Edisi III.
Arsyad, Azhar., Media Pembelajaran, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2002)
Mahmud, Hadi., Media Pembelajaran, (Kendari: Istana Profesional, 2006)
Cetakan I
Ghazali, Nurseha., Media Pembelajaran, (Makassar: MEMBUMI publishing 2009)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar